Beranda > Profil
Profil Pondok
Pondok Pesantren Al-Mardliyyah adalah lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen membentuk generasi Qur'ani yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Sejarah Pondok Pesantren Al-Mardliyyah
Perjalanan berdirinya dan perkembangan Pondok Pesantren Al-Mardliyyah
Latar Belakang Berdirinya Pondok
Pondok Pesantren Al-Mardliyyah atau juga dikenal dengan sebutan “Pondok Demangan” merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di Kota Madiun, lebih tepatnya di Jl. H. Moch Noer RT.01/RW.01, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Pondok pesantren ini didirikan oleh KH. Agus Mushoffa Izzuddin pada tanggal 27 Rajab 1431 H atau bertepatan dengan tahun 2010 M.
Pendirian pondok pesantren ini, dilatarbelakangi oleh keinginan kuat dari KH. Agus Mushoffa Izzuddin untuk mendirikan pesantren berbasis tahfidzul qur’an sebagai wadah bagi istrinya, Ibu Nyai Hj. Siti Alfiyah yang merupakan seorang hafidul qur’an untuk mengamalkan dan menyebarkan ilmu al-qur’an yang beliau miliki.
Awal Berdiri
Pondok pesantren Al-Mardliyyah pada awalnya merupakan salah satu dari empat asrama yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Mujaddadiyyah. Keempat asrama tersebut adalah Asrama Gen-Q Al-Mujaddadiyyah, asrama Induk Putra, asrama Induk Putri dan asrama Tahfidzul Qur’an Al-Mardliyyah.
"Mencetak generasi berakhlak mulia and berilmu, yang mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara"
— Visi KH. Ahmad Mardliyyah
Perkembangan Pondok
Selain program utama tahfidzul qur’an, Pondok Pesantrean Al-Mardliyyah juga mengembangkan kurikulum pendidikannya dengan menambahkan sejumlah program unggulan seperti: pengajaran Bahasa Arab, kajian kitab-kitab kuning dan ekstra Bahasa Inggris. Disamping itu, Pondok Pesantren Al-Mardliyyah juga mengintegrasikan beberapa kegiatan entrepreneurship untuk melatih keterampilan dan kemandirian santri dalam berbagai bidang antara lain: tata boga, menjahit, laundry dan pertanian. Serta beberapa kegiatan dalam bidang kesenian seperti: qira’ah, hadrah, muhadharah, barongsai, paduan suara dan juga kaligrafi yang bertujuan mengembangkan potensi, minat dan bakat santri.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 700 santri yang berdomisili dan menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Mardliyyah. Para santri tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Pulau Jawa, tetapi juga dari daerah lain di Indonesia seperti Sumatra, Riau, Jambi, Lampung dan Kalimantan. Hal tersebut menunjukkan luasnya cakupan dan kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi pondok pesantren ini.
Seiring berjalannya waktu serta perkembangan yang pesat, baik dari segi jumlah santri maupun cakupan program pendidikan yang diselenggarakan. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam pada tanggal 11 Mei 2021, Pondok Pesantren Al-Mardliyyah secara resmi diakui dan tercatat di Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Nomor Statistik 965, menggunakan nama resmi “Pondok Pesantren Al-Mardliyyah”.
Meskipun telah berdiri sebagai yayasan pendidikan Islam yang mandiri dan tercatat secara resmi, Pondok Pesantren Al-Mardliyyah tetap berada di bawah naungan besar Pondok Pesantren Al-Mujaddadiyyah. Oleh karena itu, secara kelembagaan dan historis, pondok ini masih dikenal oleh masyarakat luas dengan nama Pondok Pesantren Al-Mardliyyah Al-Mujaddadiyyah.
Fasilitas Pondok
Fasilitas lengkap dan modern untuk mendukung pembelajaran optimal